Tuesday, November 20, 2018

PAPER PERKEMBANGAN MANUSIA PADA MASA BAYI (INFANCY)

PAPER
PERKEMBANGAN MANUSIA PADA MASA BAYI (INFANCY)

disusun untuk memenuhi tugas mata kuliah
Tingkah Laku Manusia dalam Lingkungan Sosial

Dosen Pengampu
Dra. Yana Sundayani, M.Pd

Oleh
Kelompok 1
Novendra Kurniawan               (17.04.076)
Desi Ratnasari                          (17.04.299)
Anin Sulastri                             (17.04.374)
Kelas 2B



PROGRAM PENDIDIKAN DIPLOMA IV PEKERJAAN SOSIAL
SEKOLAH TINGGI KESEJAHTERAAN SOSIAL
BANDUNG

2018


DAFTAR ISI

DAFTAR ISI....................................................................................................      i
BAB I PENDAHULUAN................................................................................      1
1.1 Latar Belakang...........................................................................................      1
1.2 Rumusan Masalah......................................................................................      1
1.3 Tujuan Penulisan........................................................................................      2    
BAB II PEMBAHASAN.................................................................................      3
2.1 Masa Bayi Baru Lahir................................................................................      3
2.1.1   Ciri-Ciri Masa Bayi Neonatal..........................................................      3
2.1.2   Penyesuaian Pokok Bayi Neonatal..................................................      4
2.1.3   Perkembangan Fisik.........................................................................     5
2.2 Masa Bayi...................................................................................................     5
2.2.1   Ciri-Ciri Masa Bayi..........................................................................     6
2.2.2   Tugas Perkembangan Masa Bayi.....................................................     8
2.2.3   Perkembangan Fisik Masa Bayi.......................................................     8
2.2.4   Perkembangan Kognitif Masa Bayi.................................................     12
2.2.5   Perkembangan Psikososial Masa Bayi.............................................     14
BAB III PENUTUP..........................................................................................     18
3.1 Kesimpulan.................................................................................................     18
DAFTAR PUSTAKA.......................................................................................     19


BAB I
PENDAHULUAN

1.1    Latar Belakang
Psikologi perkembangan disebut juga psikologi genetik yaitu ilmu yang mempelajari perubahan-perubahan jiwa dan jasmani. Didalam psikologi perkembangan, antara jiwa dan jasmani yang biasa juga disebut psiko dan soma merupakan satu kesatuan. Jadi perkembangan dalam psikologi perkembangan meliputi juga jasmani.
Bayi merupakan makhluk yang perlu dilindungi dan dijaga. Bayi pada makalah ini dibagi menjadi dua masa yaitu masa bayi yang baru lahir (bayi neonatal) dan masa bayi. Bayi neonatal yang merupakan bayi yang berusia sejak kelahiran hingga minggu kedua kelahiran. Sedangkan masa bayi adalah bayi yang berusia sejak dua minggu setelah kelahiran hingga dua tahun.
Masa bayi dianggap sebagai masa dasar, karena merupakan dasar dalam periode kehidupan yang sesungguhnya. Karena pada saat ini banyak pola perilaku, sikap, dan pola ekspresi emosi terbentuk. Pada masa bayi terjadi perkembangan-perkembangan seperti perkembangan fisik, perkembangan kognitif, dan perkembangan psikososial.

1.2    Rumusan Masalah Penulisan
Rumusan masalah pada penulisan paper ini adalah sebagai berikut:
1.      Apakah yang dimaksud masa bayi yang baru lahir (bayi neonatal) dan masa bayi?
2.      Apa saja ciri-ciri masa bayi neonatal dan masa bayi?
3.      Apa saja perkembangan fisik pada masa bayi neonatal dan masa bayi?
4.      Apa saja perkembangan kognitif dan psikososial pada masa bayi?
1.3    Tujuan Penulisan
Adapun tujuan penulisan pada paper ini adalah sebagai berikut:
1.      Untuk dapat mengetahui dan memahami definisi masa bayi baru lahir (neonatal) dan masa bayi.
2.      Untuk dapat mengetahui ciri-ciri pada masa bayi neonatal dan masa bayi.
3.      Untuk dapat mengetahui perkembangan fisik pada masa bayi neonatal dan masa bayi.
4.      Untuk dapat mengetahui dan memahami perkembangan kognitif dan psikososial pada masa bayi.














BAB II
PEMBAHASAN

2.1    Masa Bayi Baru Lahir
Masa bayi neonatal menurut kamus yang baku, merupakan permulaan atau periode awal keberadaan sebagai individu dan bukan sebagai parasit di dalam tubuh ibu. Menurut hukum yang berlaku, bayi yang baru lahir merupakan individu yang belum dewasa sampai mencapai usia kematangan yang legal yang di Amerika saat ini mencapai usia 18 tahun. Menurut Hurlock, kata bayi dalam periode ini dibatasi pada minggu-minggu pertama kehidupan.
2.1.1   Ciri-Ciri Masa Bayi Baru Lahir/Bayi Neonatal
1.      Masa bayi neonatal merupakan periode yang tersingkat dari semua perkembangan
Masa ini merupakan periode yang tersingkat karena dimulai sejak kelahiran sampai dengan pada saat usia bayi mencapai usia 2 minggu.
2.      Masa bayi neonatal merupakan masa terjadinya penyesuaian yang radikal
Pada masa ini terjadi penyesuaian dari lingkungan dalam (rahim ibu) ke lingkungan luar. Bagi beberapa bayi penyesuaian mudah dilakukan, namun bagi bayi lainnya terasa sulit dan mengalami kegagalan.
3.      Masa bayi neonatal merupakan masa terhentinya perkembangan
Pertumbuhan dan perkembangan yang pesat pada masa prenatal tiba-tiba terhenti pada kelahiran. Kenyataannya seringkali terjadi kemunduran, seperti berkurangnya berat badan dan kecenderungan kurang sehat dibandingkan dengan pada saat kelahiran.
4.      Masa bayi neonatal merupakan pendahuluan dari perkembangan selanjutnya
Perkembangan bayi yang baru lahir dapat memberi petunjuk tentang apa yang dapat diharapkan akan terjadi.
5.      Masa bayi neonatal merupakan periode yang berbahaya
Masa bayi neonatal merupakan masa yang berbahaya baik bagi fisik maupun psikologis. Secara fisik, periode ini berbahaya karena sulitnya mengadakan penyesuaian yang radikal yang penting pada lingkungan yang sangat baru dan sangat berbeda. Secara psikologis, masa bayi merupakan saat terbentuknya sikap dari orang-orang yang berarti bagi bayi. Kebanyakan sikap bayi yang terbentuk panjang selama masa pranatal akan berubah secara radikal setelah bayi dilahirkan.
2.1.2   Penyesuaian Pokok Bayi Neonatal
1.      Perubahan Suhu
Di dalam rahim suhunya tetap, 100°F, sedangkan di rumah sakit atau di rumah berkisar 60°-70°F.
2.      Bernapas
Kalau tali pusar diputus, bayi mulai harus bernapas sendiri.
3.      Mengisap dan Menelan
Sekarang bayi harus memperoleh makanan dengan jalan mengisap dan menelan, tidak lagi memperoleh melalui tali pusar. Refleks-refleks ini belum berkembang sempurna pada waktu bayi lahir dan bayi seringkali tidak cukup memperoleh makanan yang diperlukan sehingga berat badannya menurun.
4.      Pembuangan
Alat-alat pembuangan bayi mulai berfungsi segera setelah dilahirkan; sebelumnya pembuangan dilakukan melakukan tali pusar.
2.1.3   Perkembangan Fisik
1.      Ukuran
Pada saat dilahirkan berat bayi rata-rata 7,5 pon dan panjang rata-rata 19,5 inci. Pada umumnya bayi laki-laki lebih panjang dan lebih berat dibanding bayi perempuan
2.      Anggota tubuh bayi
Otot-otot bayi yang baru lahir pada umumnya halus, kecil, dan tidak terkendali. Pada saat dilahirkan, hanya sedikit perkembangan otot leher dan lengan. Tulang bayi yang baru lahir pun halus dan lentur. Karena begitu lunaknya, tulang bayi yang baru lahir rawan retak atau patah.
2.2    Masa Bayi
Menurut Hurlock,  masa bayi berlangsung dua tahun pertama setelah periode bayi yang baru lahir dua minggu. Meskipun masa bayi sering dianggap sebagai masa bayi baru lahir, tetapi label masa bayi akan digunakan untuk membedakannya dengan periode pascanatal yang ditandai dengan keadaan sangat tidak berdaya.
Selama beberapa bulan masa bayi, keadaan tidak berdaya itu secara berangsur-angsur agak menurun. Akan tetapi tidak berarti bahwa keadaan tidak berdaya secara cepat menghilang dan bayi menjadi mandiri, melainkan setiap hari, setiap minggu dan setiap bulan bayi semakin mampu mandiri sehingga saat masa bayi berakhir pada ulang tahun kedua, ia menjadi seorang manusia yang berbeda dengan awal masa bayi.
2.2.1   Ciri-Ciri Masa Bayi
1.      Masa bayi adalah masa dasar yang sesungguhnya
Masa bayi adalah dasar periode kehidupan yang sesungguhnya karena pada saat ini banyak pola perilaku, sikap, dan pola ekspresi emosi terbentuk.
2.      Masa bayi adalah masa dimana pertumbuhan dan perubahan berjalan pesat
Bayi berkembang pesat, baik secara fisik maupun psikologis. Bayi lambat laun menjadi tidak segemuk seperti pada saat dilahirkan dan anggota-anggota tubuh berkembang dalam perbandingan lebih baik terhadap kepala yang besar. Pertumbuhan dan perubahan intelek berjalan sejajar dengan pertumbuhan dan perubahan fisik. Bayi lambat laun memiliki kemampuan untuk mengenali dan bereaksi kepada orang-orang dan objek-objek dalam lingkungan. Bayi juga lambat laun mampu mengerti banyak hal dan dapat mengutarakan keinginannya dengan cara-cara yang dapat orang lain pahami.
3.      Masa bayi adalah masa berkurangnya ketergantungan
Masa berkurangnya ketergantungan ini ditandai dengan pesatnya pengendalian tubuh yang memungkinkan bayi duduk, berdiri, berjalan, dan menggerakkan benda-benda. Gerakan-gerakan bayi yang tadinya acak dan menyeluruh kembali menjadi gerakan yang terkoordinasi sehingga memungkinkan bayi melakukan hal-hal yang sebelumnya harus dilakukan orang lain. Dengan berkurangnya masa ketergantungan, bayi tidak suka “diperlakukan seperti bayi”. Ia tidak mau lagi orang lain melakukan hal yang dapat ia lakukan. Jika dilarang, ia akan protes seperti ledakan amarah dan tangisan yang dapat berkembang menjadi negativisme.
4.      Masa bayi adalah masa meningkatnya individualitas
Pada masa ini memungkinkan bayi mengembangkan hal-hal yang sesuai dengan minat dan kemampuannya. Akibatnya, individualitas yang tampak pada waktu lahir semakin menonjol pada saat menjelang akhir masa bayi.
5.      Masa bayi adalah permulaan sosialisasi
Egosentrisme, yaitu diri bayi yang muda belia, cepat berubah menjadi keinginan untuk bagian dari kelompok sosial. Bayi menujukkan keinginan untuk menjadi bagian dari kelompok sosial dengan memprotes kalau dibiarkan sendiri selama beberapa waktu dengan mencoba memperoleh perhatian dari orang-orang lain melalui segala macam cara yang dilakukannya.
6.      Masa bayi adalah permulaan berkembangnya penggolongan peran seks
Hampir dari saat dilahirkan bayi laki-laki diperlukan sebagai dan perempuan sebagai perempuan. Oleh karena itu pada masa ini bayi mulai pengenalan peran-seks. Misalnya pada bayi laki-laki diberi pakaian warna biru, diselimuti warna biru dan kamarnya tidak dihiasi seperti kamar untuk bayi perempuan
7.      Masa bayi adalah masa yang menarik
Ukuran bayi yang perbandingannya tidak wajar menurut orang dewasa justru membuatnya menarik karena kepalanya besar, perutnya buncit, anggota badannya kecil dan kurus, tangan dan kakinya kecil. Kalau bayi memakai baju dan diselubungi dengan selimut bayi akan membuatnya semakin menarik.
8.      Masa bayi merupakan permulaan kreativitas
Menurut Spock, orang tua yang memperkenalkan bayi pada dunia mati atau kurang melakukannya menunjukkan bahwa kegembiraan dapat diperoleh dengan meletakkan setumpuk sendok kedalam panci, melihat gambar-gambar di dalam buku, menari dengan iringan musik piringan hitam. Kalau orang tua mengajarkannya dalam semangat positif seperti ini , hal ini tidak hanya memberikan perasaan  bahwa  benda-benda dapat dinikmati, tetapi juga mengajarkan bahwa bayi akan mampu memanipulasi benda-benda dengan baik. Atau, kalau orang tua mempunyai sikap yang berlawanan, hal ini dapat mengajarkan bahwa benda-benda harus dihindari karena dapat menimbulkan bahaya atau menyebabkan kemarahan orang tua.
9.      Masa bayi adalah masa berbahaya
Bahaya dapat merupakan bahaya fisik dan bahaya psikologis. Diantara banyak-banyak fisik, yang paling parah adalah penyakit dan kecelakaan karena sering menyebabkan ketidakmampuan atau bahkan kematiian. Karena pola perilaku, minat dan sikap terbentuk selama masa bayi, maka bahaya psikologis dapat terwujud kalau diletakkan dasar-dasar yang buruk pada masa ini.
2.2.2   Tugas Perkembangan Masa Bayi
Karena pola perkembangan dapat diramalkan meskipun bayi yang berbeda mencapai hal-hal yang penting pada pola ini dalam usia yang agak berbeda, dapatlah dibuat standar dari harapan-harapan sosial-sosial dalam bentuk tugas-tugas perkembangan. Misalnya semua bayi diharapkan belajar berjalan, memakan makanan padat, sedikit mengendalikan alat-alat pembuangan, mencapai stabilitas fisiologis yang baik, mempelajari dasar-dasar berbicara dan berhubungan secara emosional dengan orang tua, dll. Tentu saja sebagian besar tugas-tugas perkembangan ini belum dapat sepenuhnya dikuasai pada saat masa bayi hampir berakhir, tetapi dasar-dasarnya harus sudah diletakkan.
2.2.3   Perkembangan Fisik pada Masa Bayi
1.      Tinggi dan Berat Badan
Pada saat dilahirkan panjang rata-rata bayi adalah 20 inchi atau 50 cm dengan berat badan 3,4 kg. dibandingkan dengan ukuran tubuh orang dewasa, panjang lebih dekat dari beratnya : panjang bayi yang 20 inci menunjukkan lebih dari seperempat  tinggi orang dewasa ,sedangkan 3,4 kg beratnya menunjukkan hanya bagian kecil dari berat badan orang dewasa (seifert & hoffnung, 1994).
Sedangkan  bayi yang baru lahir kehilangan 5-7% berat tubuh meraka, segera setelah bayi menyesuaikan diri dangan mengisap, menelan dan mencerna mereka bertumbuh cepat dan memperoleh berat kira-kira 5-6 ons per minggunya selama bulan pertama pada bulan ke empat berat badan mereka naik mencapai hampir tiga kali lipat dari berat mereka ketika hari pertama kelahiran.
2.      Perkembangan Refleks
Pada masa bayi terlihat gerakan-gerakan spontan atau yang disebut gerakan refleks. Refleks adalah gerakan-gerakan bayi yang sifatnya otomatis dan tidak terkoordinir sebagai reaksi terhadap rangsangan tertentu serta memberi bayi respons penyesuain diri terhadap lingkungannya. Menurut Seifert & Hoffnung (1994) ada 12 gerak refleks yang dimiliki oleh bayi yaitu :
No
Refleks
Perkembangan
1
Pernafasan
Permanen, sekalipun sebagian menjadi tindakan sukarela
2
Menghisap
Melemah dan menghilang pada usia 6 bulan
3
Mencari
Secara gradual dibawah pengontrolan yang disengaja
4
Menelan
Permanen, meskipun sebagian menjadi tindakan sukarela
5
Mengedip
Permanen, meskipun kemudian melemah secara sukarela
6
Biji mata
Permanen
7
Moro
Gerakan lengan dan telapak tangan menghilang pada 6 bulan, tetapi reaksi terkejut berlangsung seumur hidup
8
Memegang
Melemah pada usia 3 bulan, genggaman sukarela muncul pada 6 bulan dan menghilang setelah 1 tahun
9
Penguatan leher
Menghilang pada usia 2 tahun 3 bulan
10
Babinski
Menghilang pada usia 8 sampai 12 bulan
11
Melangkah
Menghilang pada usia 2 bulan, tetapi kemudian diaplikasikan
12
Berenang
Menghilangkan setelah 4 hingga 5 bulan

3.      Rangkaian Tingkah Laku dan Keadaan Bayi
Perkembangan refleks dan fungsi motorik pada bayi kemudian memunculkan serangkaian tingkah  laku yang lebih kompleks. dengan tingkah laku tersebut telah memungkinkan bayi sebagai makhluk biologis dapat bertahan hidup. menurut Lerner & Hultsch (1983), tingkah laku tersebut meliputi: pola tidur dan pola bangun, tingkah laku toileting dan tingkah laku makan dan minum.
4.      Perkembangan Keterampilan Motorik
Perkembangan motorik sangat dipengaruhi oleh organ otak. Otak lah yang mensetir setiap gerakan yang dilakukan bayi.Semakin matangnya perkembangan system syaraf otak yang mengatur otot m,emungkinkan berkembangnya kompetensi atau kemampuan motorik bayi. Perkembangan motorik bayi dibagi menjadi dua:
a.         Keterampilan motorik kasar meliputi kegiatan otot-otot besar seperti menggerakkan lengan dan berjalan.
b.        Keterampilan motorik halus atau keterampilan manipulasi meliputi gerakan-gerakan menyesuaikan secara lebih halus, seperti ketangkasan jari.
Kemampuan motorik merepresentasikan keinginan bayi. Misalnya ketika bayi melihat mainan dengan beraneka ragam, bayi mempersepsikan dalam otaknnya bahwa dia ingin memainkannya. Persepsi tersebut memotivasi bayi untuk melakukan sesuatu, yaitu bergerak untuk mengambilnya. Akibat gerakan tersebut, bayi berhasil mendapatkan apa yang di tujunya yaitu mengambil mainan yang menarik baginya.
Teori tersebut pun menjelaskan bahwa ketika bayi dimotivasi untuk melakukan sesuatu, mereka dapat menciptakan kemampuan motorik yang baru, kemampuan baru tersebut merupakan hasil dari banyak faktor, yaitu perkembangan system syaraf, kemampuan fisik yang memungkinkannya untuk bergerak, keinginan bayi yang memotivasinya untuk bergerak dan juga dapat dipengaruhi oleh lingkungan. Selain berkaitan erat dengan fisik dan intelektual bayi, kemampuan motorik pun berhubungan dengan aspek psikologis bayi.
5.      Perkembangan Sensor
Bayi yang baru lahir telah dilengkapi dengan peralatan yang dirancang sedemikian rupa untuk mengumpulkan informasi. alat-alat yang berfungsi untuk untuk menangkap informasi inilah yang disebut dengan indra (sense) atau sistem sensorik.jadi, semua informasi yang datang kepada bayi adalah melalui indra. tanpa penglihatan, pendengaran, sentuhan, kecapan, ciuman dan indra lain otak bayi akan terkucil dari dunia : bayi akan hidup dalam kebisuan, kegelapan, tanpa rasa, tanpa warna dan kehampaan yang kekal, dengan demikian, indra-indra berfungsi mendeteksi, menstranduksi dan meneruskan semua informasi yang datang padanya. setiap indra mempunyai satu unsur deteksi yang disebut sebagai reseptor (penerima) yaitu satu sel yang khusus yang hanya memberikan respons terhadap jenis rangsangan yang tertentu saja (Davidoff, 1988). sensasi (pengindraan) terjadi jika sekumpulan informasi mengadakkan kontak dengan penerima sensor, seperti mata, telinga, lidah hidung dan kulit.
6.      Perkembangan Otak
Pada waktu bayi masih berada dalam kandungan ibunya, badannya telah membentuk sekitar 1.5 milyar sel-sel saraf per menit. jadi pada saat dilahirkan bayi kemungkinan telah memiliki semua sel-sel otak yang akan dimilikinya sepanjang hidupnya. akan tetapi, sel-sel otak tersebut belum matang dan jaringan urat saraf masih lemah. oleh sebab itu, segera setelah lahir hingga usia 2 tahun, sel-sel otak yang belum matang dan jaringan urat saraf yang masih lemah it uterus tumbuh dengan cepat dan dramatis mencapai kematangan.
2.2.3   Perkembangan Kognitif pada Masa Bayi
1.      Perkembangan Kognitif Menurut Pandangan Piaget
Dalam pandangan Piaget tahap-tahap perkembangan pemikiran dibedakan atas empat tahap, yaitu tahap pemikiran sensorik-motorik, praoperasional, operasional-konktret, operasional formal.
Pemikiran bayi termasuk kedalam pemikiran sensorik motorik, tahap sensorik motorik belangsung ari kelahiran hingga kira-kira berumur 2 tahun. Selama tahap ini berkembangan mental di tandai dengan perkembangan pesat dengan kemampuan bayi untuk mengorganisasikan dan mengkordinasikan sensasi melalui gerakan-gerakan dan tindakan-tindakan fisik dalam hal ini bayi yang baru lahir bukan saja menerima secara pasif rangsangan-rangsangan terhadap alat-alat inderanya, melainkan juga aktif memberikan respons terhadap rangsangan tersebut, yakni melalui gerak-gerak refleks. Pada akhir tahap ini ketika anak berusia 2 tahun, pola-pola sensorik motoriknya semakin komplek dan mulai mengadopsi suatu sistem simbol yang primitive. Misalnya, anak usia 2 tahun dapat membayangkan sebuah mainan dan memanipulasinya dengan tangannya sebelum mainan tersebut benar-benar ada.
2.      Perkembangan Kognitif Menurut Pandangan Kontemporer
Pandangan-pandangan kontemporer tentang perkembangan kognitif mendapapat sokongan yang penting dalam para pakar psikologi pemrosesan informasi. kalau piaget meyakini bahwa perkembangan kognitif bayi baru tercapai pada pertengahan tahun kedua, maka para pakar psikologi pemrosesan informasi percaya bahwa perkembangan kognitif seperti kemampuan dalam memberikan perhatian, menciptakan simbolisasi, meniru dan kemampuan konseptual telah dimiliki bayi lebih awal.
3.      Perkembangan Persepsi
Secara singkat, perkembangan persepsi yang diyakini oleh para peneliti ialah bahwa bayi-bayi melihat benda berdiri sendiri, satu, kokoh dan terpisah dari lingkungan sekitarnya, ada kemungkinan hal ini terjadi pada saat lahir atau segera sesudahnya, tetapi secara pasti hal ini terjadi pada usia 3 hingga 4 bulan. Bayi-bayi kecil masih harus belajar banyak tetapi dunia sekitarnya tampak stabil dan teratur bagi mereka dan oleh karena itu, dunia sekitar mereka dapat mereka “rumuskan“.
4.      Perkembangan Konsepsi
Penelitian baru-baru ini tentang perkembangan persepsi dan konsepsi bayi menunjukkan bahwa bayi mempunyai kemampuan persepsi yang lebih canggih dan dapat memulai berpikir jauh lebih awal dibandingkan dengan apa yang dibayangkan oleh Piaget.
5.      Perkembangan Memori
Memori (memory) ialah unsur pusat perkembangan kognitif yang memuat seluruh informasi yang di dalamnya individu menyimpan informasi yang ia terima sepanjang waktu. Kadang-kadang informasi hanya disimpan beberapa detik, dan pada kesempatan lain informasì disimpan seumur hidup. Memori digunakan ketika kita mencari dan mengingat. Baru-baru ini para peneliti perkembangan anak telah memperlihatkan bayi usia 3 bulan telah memiliki kemampuan menyimpan memori (Grunwald, dkk, 1993). Menurut Rovve-Collier, bahkan memori bayi yang berusia 2,5 bulan telah terinci secara luar biasa.
6.      Perkembangan Bahasa
Semua manusia yang normal dapat menguasai bahasa, sebab sejak lahir manusia telah memiliki kemampuan dan kesiapan untuk mempelajari bahasa dengan sendirinya.hal ini terlihat bahwa manusia tidak memerlukan banyak usaha untuk mampu berbicara. kemampuan dan kesiapan belajar bahasa manusia ini segera mengalami perkembangan setelah kelahirannya. bahkan menurut Havighurst (1984), kemampuan menguasai bahasa dalam arti belajar membuat suara-suara yang berarti berhubungan dengan orang lain melalui penggunaan suara-suara itu.
2.2.4   Perkembangan Psikososial pada Masa Bayi
1.      Perkembangan Emosi
Emosi yaitu respon yang timbul dari stimulus yang menyebabkan perubahan-perubahan fisiologis disertai dengan perasaan kuat. Bayi mengekspresikan sebagian emosi jauh lebih awal dibandingkan dengan beberapa emosi lain, lalu mengekspresikan dengan rinci dua perilaku ekspresif emosional yang penting. Yaitu menangis dan tersenyum.
Untuk menentukan apakah bayi benar-benar mengekspresikan suatu emosi tertentu, kita memerlukan beberapa system untuk mengukur emosi. Menurut Carroll Izard (1982) mengembangkan suatu sistem semacam itu, Maximally Discriminative Facial Movement Coding Symtem ( Sistem Koding Gerakan Wajah Diskriminatif Maksimum) disingkat “MAX” ialah system pengkodean ekspresi wajah bayi yang berkaitan dengan emosi yang dikembangkan oleh Izard. Dengan menggunakan MAX, pengkode memperhatikan rekaman gerakan lambat reaksi wajah bayi terhadap rangsangan.
2.      Perkembangan Temperamen
Temperamen merupakan salah suatu dimensi psikologis yang berhubungan dengan aktivitas fisik dan emosional serta merespons. Secara sederhana,Goleman merumuskan temperamen sebagai “The moods that typify our emotional life”. Jelasnya temperamen adalah perbedaan kualitas dan intensitas respons emosional serta pengaturan diri yang memunculkan perilaku individual yang terlihat sejak lahir, yang relative stabil dan menetap dari waktu ke waktu dan pada semua situasi, yang dipengaruhi oleh interaksi antara pembawaan, kematangan, dan pengalaman.
Sejak lahir, bayi memperlihatkan berbagai aktivitas individual yang berbeda-beda. Beberapa bayi sangat aktif menggerakkan tangan, kaki, dan mulutnya tanpa henti-hentinya, tetapi bayi yang lain terlihat lebih tenang. Sebagian bayi merespons dengan hangat kepada orang lain, sementara yang lain cerewet, rewel dan susah diatur. Semua gaya perilaku ini merupakan temperamen seorang bayi.
Kebanyakan peneliti mengakui adanya perbedaan dalam kecenderungan reaksi utama, seperti kepekaan terhadap rangsangan visual atau verbal, respons emosional, dan keramahan dari bayi yang baru lahir. Peneliti Alexander Tomas dan Stella Chess misalnya, memperlihatkan adanya perbedaan dalam tingkatan aktivitas bayi, keteraturan dari fungsi jasmani (makan, tidur, dan buang air), pendekatan terhadap stimuli dan situasi baru. Kemampuan beradaptasi dengan situasi dan orang-orang baru, reaksi emosional, kepekaan terhadap rangsangan, kualitas suasana hati, dan jangkauan perhatian.
3.      Perkembangan Attachment
Bayi yang baru lahir telah memiliki perasaan sosial, yakni kecenderungan alami untuk berinteraksi dan melakukan penyesuaian sosial terhadap orang lain.
Tahap
Usia/Bulan
Tingkah Laku
Tahap 1
Indiscriminate Sociability
0-2
Bayi tidak membedakan orang-orang dan merasa senang dengan orang yang dikenal maupun tidak dikenal
Tahap 2
Attachment is the makin
2-7
Bayi mulai menyukai orang yang dikenal, tersenyum pada yang lebih dikenal.
Tahap 3
Specific, clear-cut attachment
7-24
Bayi telah mengembangkan keterikatan dengan ibu, dan akan berusaha dekat dengannya dan akan menangis ketika berpisah dengannya.
Tahap 4
24-seterusnya
Bayi merasa lebih aman dalam berhubungan dengan pengasuhnya, dan tidak merasa sedih selama berpisah dengan pengasuhnya dalam jangka waktu yang lama

4.      Perkembangan Rasa Percaya (Trust)
Menurut Erikson, keadaan percaya pada umumnya yang terdapat pada bayi yaitu:
1.      Bahwa bayi belajar percaya pada kesamaan dan kesinambungan dari pengasuh di luarnya
2.      Bahwa bayi belajar percaya diri dan dapat percaya pada kemampuan organ-organnya sendiri untuk menanggulangi dorongan-dorongan
3.      Bahwa bayi menganggap dirinya cukup dapat dipercaya sehingga pengasuh tidak perlu waspada dirugikan.
5.      Perkembangan Otonomi
Pada tahap ini, bayi tidak hanya dapat berjalan, tetapi mereka dapat memanjat, membuka dan menutup, menjatuhkan, menolak dan menarik, memegang dan melepaskan. Bayi merasa bangga dengan prestasi ini dan ingin melakukan segala sesuatu sendiri. Dengan demikian setelah memperoleh kepercayaan dari pengasuh mereka, mereka mulai menemukan bahwa perilaku mereka adalah milik mereka sendiri.
BAB III
PENUTUP

3.1    Kesimpulan
Masa bayi neonatal menurut kamus yang baku, merupakan permulaan atau periode awal keberadaan sebagai individu dan bukan sebagai parasit di dalam tubuh ibu. Menurut Hurlock,  masa bayi berlangsung dua tahun pertama setelah periode bayi yang baru lahir dua minggu. Meskipun masa bayi sering dianggap sebagai masa bayi baru lahir, tetapi label masa bayi akan digunakan untuk membedakannya dengan periode pascanatal yang ditandai dengan keadaan sangat tidak berdaya. Ciri-ciri pada masa bayi baru lahir/masa neonatal yaitu masa bayi neonatal merupakan periode yang tersingkat dari semua perkembangan, masa bayi neonatal merupakan masa terjadinya penyesuaian yang radikal, masa bayi neonatal merupakan masa terhentinya perkembangan, masa bayi neonatal merupakan pendahuluan dari perkembangan selanjutnya, masa bayi neonatal merupakan periode yang berbahaya. Ciri masa bayi yaitu masa bayi adalah masa dasar yang sesungguhnya, masa bayi adalah masa dimana pertumbuhan dan perubahan berjalan pesat, masa bayi adalah masa berkurangnya ketergantungan, masa bayi adalah masa meningkatnya individualitas, masa bayi adalah permulaan sosialisasi, masa bayi adalah permulaan berkembangnya penggolongan peran seks, dll.


DAFTAR PUSTAKA

Hurlock, Elisabeth B. 1980. Psikologi Perkembangan: Suatu Pedekatan Sepanjang Rentang Kehidupan. Jakarta: Erlangga.
Desmita. 2005. Psikologi Perkembangan. Bandung: PT Remaja Rosdakarya.
Soetjiningsih, Christiana Hari. 2012. Seri Perkembangan Psikologi: Perkembangan Anak Sejak Pembuahan Sampai dengan Kanak-Kanak Akhir. Jakarta: Prenadamedia Group