PAPER
PERKEMBANGAN
MANUSIA PADA MASA BAYI (INFANCY)
disusun untuk memenuhi tugas mata kuliah
Tingkah Laku Manusia dalam Lingkungan Sosial
Dosen Pengampu
Dra. Yana Sundayani, M.Pd
Oleh
Kelompok 1
Novendra Kurniawan (17.04.076)
Desi Ratnasari (17.04.299)
Anin Sulastri (17.04.374)
Kelas
2B
PROGRAM
PENDIDIKAN DIPLOMA IV PEKERJAAN SOSIAL
SEKOLAH TINGGI
KESEJAHTERAAN SOSIAL
BANDUNG
2018
DAFTAR
ISI
DAFTAR
ISI.................................................................................................... i
BAB I
PENDAHULUAN................................................................................ 1
1.1 Latar Belakang........................................................................................... 1
1.2 Rumusan Masalah...................................................................................... 1
1.3 Tujuan Penulisan........................................................................................ 2
BAB II
PEMBAHASAN................................................................................. 3
2.1 Masa Bayi Baru
Lahir................................................................................ 3
2.1.1 Ciri-Ciri
Masa Bayi Neonatal.......................................................... 3
2.1.2 Penyesuaian
Pokok Bayi Neonatal.................................................. 4
2.1.3 Perkembangan
Fisik......................................................................... 5
2.2 Masa
Bayi................................................................................................... 5
2.2.1 Ciri-Ciri
Masa Bayi.......................................................................... 6
2.2.2 Tugas
Perkembangan Masa Bayi..................................................... 8
2.2.3 Perkembangan
Fisik Masa Bayi....................................................... 8
2.2.4 Perkembangan
Kognitif Masa Bayi................................................. 12
2.2.5 Perkembangan
Psikososial Masa Bayi............................................. 14
BAB III
PENUTUP.......................................................................................... 18
3.1
Kesimpulan................................................................................................. 18
DAFTAR
PUSTAKA....................................................................................... 19
BAB
I
PENDAHULUAN
1.1
Latar Belakang
Psikologi perkembangan disebut juga
psikologi genetik yaitu ilmu yang mempelajari perubahan-perubahan jiwa dan
jasmani. Didalam psikologi perkembangan, antara jiwa dan jasmani yang biasa
juga disebut psiko dan soma merupakan satu kesatuan. Jadi
perkembangan dalam psikologi perkembangan meliputi juga jasmani.
Bayi
merupakan makhluk yang perlu dilindungi dan dijaga. Bayi pada makalah ini
dibagi menjadi dua masa yaitu masa bayi yang baru lahir (bayi neonatal) dan
masa bayi. Bayi neonatal yang merupakan bayi yang berusia sejak kelahiran
hingga minggu kedua kelahiran. Sedangkan masa bayi adalah bayi yang berusia
sejak dua minggu setelah kelahiran hingga dua tahun.
Masa bayi dianggap
sebagai masa dasar, karena merupakan dasar dalam periode kehidupan yang
sesungguhnya. Karena pada saat ini banyak pola perilaku, sikap, dan pola
ekspresi emosi terbentuk. Pada masa bayi terjadi perkembangan-perkembangan
seperti perkembangan fisik, perkembangan kognitif, dan perkembangan psikososial.
1.2 Rumusan
Masalah Penulisan
Rumusan masalah pada
penulisan paper ini adalah sebagai berikut:
1. Apakah
yang dimaksud masa bayi yang baru lahir (bayi neonatal) dan masa bayi?
2. Apa
saja ciri-ciri masa bayi neonatal dan masa bayi?
3. Apa saja perkembangan fisik pada masa bayi neonatal dan masa bayi?
4. Apa saja perkembangan kognitif dan psikososial pada masa bayi?
1.3 Tujuan
Penulisan
Adapun tujuan
penulisan pada paper ini adalah sebagai berikut:
1. Untuk dapat mengetahui dan memahami definisi masa bayi baru lahir (neonatal)
dan masa bayi.
2. Untuk dapat mengetahui ciri-ciri pada masa bayi neonatal dan masa bayi.
3. Untuk dapat mengetahui perkembangan fisik pada masa bayi neonatal dan masa
bayi.
4. Untuk dapat mengetahui dan memahami perkembangan kognitif dan psikososial
pada masa bayi.
BAB
II
PEMBAHASAN
2.1
Masa Bayi Baru Lahir
Masa
bayi neonatal menurut kamus yang baku, merupakan permulaan atau periode awal
keberadaan sebagai individu dan bukan sebagai parasit di dalam tubuh ibu.
Menurut hukum yang berlaku, bayi yang baru lahir merupakan individu yang belum
dewasa sampai mencapai usia kematangan yang legal yang di Amerika saat ini
mencapai usia 18 tahun. Menurut Hurlock, kata bayi dalam periode ini dibatasi
pada minggu-minggu pertama kehidupan.
2.1.1
Ciri-Ciri Masa Bayi Baru Lahir/Bayi
Neonatal
1.
Masa bayi neonatal merupakan periode
yang tersingkat dari semua perkembangan
Masa ini merupakan
periode yang tersingkat karena dimulai sejak kelahiran sampai dengan pada saat
usia bayi mencapai usia 2 minggu.
2.
Masa bayi neonatal merupakan masa
terjadinya penyesuaian yang radikal
Pada masa ini terjadi
penyesuaian dari lingkungan dalam (rahim ibu) ke lingkungan luar. Bagi beberapa
bayi penyesuaian mudah dilakukan, namun bagi bayi lainnya terasa sulit dan
mengalami kegagalan.
3.
Masa bayi neonatal merupakan masa
terhentinya perkembangan
Pertumbuhan dan
perkembangan yang pesat pada masa prenatal tiba-tiba terhenti pada kelahiran.
Kenyataannya seringkali terjadi kemunduran, seperti berkurangnya berat badan
dan kecenderungan kurang sehat dibandingkan dengan pada saat kelahiran.
4.
Masa bayi neonatal merupakan pendahuluan
dari perkembangan selanjutnya
Perkembangan bayi yang
baru lahir dapat memberi petunjuk tentang apa yang dapat diharapkan akan
terjadi.
5.
Masa bayi neonatal merupakan periode
yang berbahaya
Masa bayi neonatal
merupakan masa yang berbahaya baik bagi fisik maupun psikologis. Secara fisik,
periode ini berbahaya karena sulitnya mengadakan penyesuaian yang radikal yang
penting pada lingkungan yang sangat baru dan sangat berbeda. Secara psikologis,
masa bayi merupakan saat terbentuknya sikap dari orang-orang yang berarti bagi
bayi. Kebanyakan sikap bayi yang terbentuk panjang selama masa pranatal akan
berubah secara radikal setelah bayi dilahirkan.
2.1.2
Penyesuaian Pokok Bayi Neonatal
1.
Perubahan Suhu
Di dalam rahim suhunya
tetap, 100°F,
sedangkan di rumah sakit atau di rumah berkisar 60°-70°F.
2.
Bernapas
Kalau tali pusar
diputus, bayi mulai harus bernapas sendiri.
3.
Mengisap dan Menelan
Sekarang bayi harus
memperoleh makanan dengan jalan mengisap dan menelan, tidak lagi memperoleh
melalui tali pusar. Refleks-refleks ini belum berkembang sempurna pada waktu
bayi lahir dan bayi seringkali tidak cukup memperoleh makanan yang diperlukan
sehingga berat badannya menurun.
4.
Pembuangan
Alat-alat pembuangan
bayi mulai berfungsi segera setelah dilahirkan; sebelumnya pembuangan dilakukan
melakukan tali pusar.
2.1.3
Perkembangan Fisik
1.
Ukuran
Pada saat dilahirkan
berat bayi rata-rata 7,5 pon dan panjang rata-rata 19,5 inci. Pada umumnya bayi
laki-laki lebih panjang dan lebih berat dibanding bayi perempuan
2.
Anggota tubuh bayi
Otot-otot bayi yang
baru lahir pada umumnya halus, kecil, dan tidak terkendali. Pada saat
dilahirkan, hanya sedikit perkembangan otot leher dan lengan. Tulang bayi yang
baru lahir pun halus dan lentur. Karena begitu lunaknya, tulang bayi yang baru
lahir rawan retak atau patah.
2.2
Masa Bayi
Menurut
Hurlock, masa bayi berlangsung dua tahun
pertama setelah periode bayi yang baru lahir dua minggu. Meskipun masa bayi
sering dianggap sebagai masa bayi baru lahir, tetapi label masa bayi akan
digunakan untuk membedakannya dengan periode pascanatal yang ditandai dengan
keadaan sangat tidak berdaya.
Selama
beberapa bulan masa bayi, keadaan tidak berdaya itu secara berangsur-angsur
agak menurun. Akan tetapi tidak berarti bahwa keadaan tidak berdaya secara
cepat menghilang dan bayi menjadi mandiri, melainkan setiap hari, setiap minggu
dan setiap bulan bayi semakin mampu mandiri sehingga saat masa bayi berakhir
pada ulang tahun kedua, ia menjadi seorang manusia yang berbeda dengan awal
masa bayi.
2.2.1
Ciri-Ciri Masa Bayi
1.
Masa bayi adalah masa dasar yang
sesungguhnya
Masa bayi adalah dasar
periode kehidupan yang sesungguhnya karena pada saat ini banyak pola perilaku,
sikap, dan pola ekspresi emosi terbentuk.
2.
Masa bayi adalah masa dimana pertumbuhan
dan perubahan berjalan pesat
Bayi berkembang pesat,
baik secara fisik maupun psikologis. Bayi lambat laun menjadi tidak segemuk
seperti pada saat dilahirkan dan anggota-anggota tubuh berkembang dalam
perbandingan lebih baik terhadap kepala yang besar. Pertumbuhan dan perubahan
intelek berjalan sejajar dengan pertumbuhan dan perubahan fisik. Bayi lambat
laun memiliki kemampuan untuk mengenali dan bereaksi kepada orang-orang dan
objek-objek dalam lingkungan. Bayi juga lambat laun mampu mengerti banyak hal
dan dapat mengutarakan keinginannya dengan cara-cara yang dapat orang lain
pahami.
3.
Masa bayi adalah masa berkurangnya
ketergantungan
Masa berkurangnya
ketergantungan ini ditandai dengan pesatnya pengendalian tubuh yang memungkinkan
bayi duduk, berdiri, berjalan, dan menggerakkan benda-benda. Gerakan-gerakan
bayi yang tadinya acak dan menyeluruh kembali menjadi gerakan yang
terkoordinasi sehingga memungkinkan bayi melakukan hal-hal yang sebelumnya
harus dilakukan orang lain. Dengan berkurangnya masa ketergantungan, bayi tidak
suka “diperlakukan seperti bayi”. Ia tidak mau lagi orang lain melakukan hal
yang dapat ia lakukan. Jika dilarang, ia akan protes seperti ledakan amarah dan
tangisan yang dapat berkembang menjadi negativisme.
4.
Masa bayi adalah masa meningkatnya
individualitas
Pada masa ini
memungkinkan bayi mengembangkan hal-hal yang sesuai dengan minat dan
kemampuannya. Akibatnya, individualitas yang tampak pada waktu lahir semakin
menonjol pada saat menjelang akhir masa bayi.
5.
Masa bayi adalah permulaan sosialisasi
Egosentrisme, yaitu
diri bayi yang muda belia, cepat berubah menjadi keinginan untuk bagian dari
kelompok sosial. Bayi menujukkan keinginan untuk menjadi bagian dari kelompok
sosial dengan memprotes kalau dibiarkan sendiri selama beberapa waktu dengan mencoba memperoleh perhatian dari orang-orang lain melalui segala
macam cara yang dilakukannya.
6.
Masa bayi adalah permulaan berkembangnya
penggolongan peran seks
Hampir dari saat
dilahirkan bayi laki-laki diperlukan sebagai dan perempuan sebagai perempuan.
Oleh karena itu pada masa ini bayi mulai pengenalan peran-seks. Misalnya pada
bayi laki-laki diberi pakaian warna biru, diselimuti warna biru dan kamarnya
tidak dihiasi seperti kamar untuk bayi perempuan
7.
Masa bayi adalah masa yang menarik
Ukuran bayi yang
perbandingannya tidak wajar menurut orang dewasa justru membuatnya menarik
karena kepalanya besar, perutnya buncit, anggota badannya kecil dan kurus,
tangan dan kakinya kecil. Kalau bayi memakai baju dan diselubungi dengan
selimut bayi akan membuatnya semakin menarik.
8.
Masa bayi merupakan permulaan
kreativitas
Menurut Spock, orang
tua yang memperkenalkan bayi pada dunia mati atau kurang melakukannya
menunjukkan bahwa kegembiraan dapat diperoleh dengan meletakkan setumpuk sendok
kedalam panci, melihat gambar-gambar di dalam buku, menari dengan iringan musik
piringan hitam. Kalau orang tua mengajarkannya dalam semangat positif seperti
ini , hal ini tidak hanya memberikan perasaan
bahwa benda-benda dapat
dinikmati, tetapi juga mengajarkan bahwa bayi akan mampu memanipulasi
benda-benda dengan baik. Atau, kalau orang tua mempunyai sikap yang berlawanan,
hal ini dapat mengajarkan bahwa benda-benda harus dihindari karena dapat
menimbulkan bahaya atau menyebabkan kemarahan orang tua.
9.
Masa bayi adalah masa berbahaya
Bahaya dapat merupakan
bahaya fisik dan bahaya psikologis. Diantara banyak-banyak fisik, yang paling
parah adalah penyakit dan kecelakaan karena sering menyebabkan ketidakmampuan
atau bahkan kematiian. Karena pola perilaku, minat dan sikap terbentuk selama
masa bayi, maka bahaya psikologis dapat terwujud kalau diletakkan dasar-dasar
yang buruk pada masa ini.
2.2.2
Tugas Perkembangan Masa Bayi
Karena pola
perkembangan dapat diramalkan meskipun bayi yang berbeda mencapai hal-hal yang
penting pada pola ini dalam usia yang agak berbeda, dapatlah dibuat standar
dari harapan-harapan sosial-sosial dalam bentuk tugas-tugas perkembangan.
Misalnya semua bayi diharapkan belajar berjalan, memakan makanan padat, sedikit
mengendalikan alat-alat pembuangan, mencapai stabilitas fisiologis yang baik,
mempelajari dasar-dasar berbicara dan berhubungan secara emosional dengan orang
tua, dll. Tentu saja sebagian besar tugas-tugas perkembangan ini belum dapat
sepenuhnya dikuasai pada saat masa bayi hampir berakhir, tetapi dasar-dasarnya
harus sudah diletakkan.
2.2.3
Perkembangan Fisik pada Masa Bayi
1.
Tinggi dan Berat Badan
Pada
saat dilahirkan panjang rata-rata bayi adalah 20 inchi atau 50 cm dengan berat
badan 3,4 kg. dibandingkan dengan ukuran tubuh orang dewasa, panjang lebih
dekat dari beratnya : panjang bayi yang 20 inci menunjukkan lebih dari
seperempat tinggi orang dewasa
,sedangkan 3,4 kg beratnya menunjukkan hanya bagian kecil dari berat badan
orang dewasa (seifert & hoffnung, 1994).
Sedangkan bayi yang baru lahir kehilangan 5-7% berat
tubuh meraka, segera setelah bayi menyesuaikan diri dangan mengisap, menelan
dan mencerna mereka bertumbuh cepat dan memperoleh berat kira-kira 5-6 ons per
minggunya selama bulan pertama pada bulan ke empat berat badan mereka naik
mencapai hampir tiga kali lipat dari berat mereka ketika hari pertama
kelahiran.
2.
Perkembangan Refleks
Pada masa bayi terlihat
gerakan-gerakan spontan atau yang disebut gerakan refleks. Refleks adalah
gerakan-gerakan bayi yang sifatnya otomatis dan tidak terkoordinir sebagai
reaksi terhadap rangsangan tertentu serta memberi bayi respons penyesuain diri
terhadap lingkungannya. Menurut Seifert & Hoffnung (1994) ada 12 gerak
refleks yang dimiliki oleh bayi yaitu :
|
No
|
Refleks
|
Perkembangan
|
|
1
|
Pernafasan
|
Permanen,
sekalipun sebagian menjadi tindakan sukarela
|
|
2
|
Menghisap
|
Melemah
dan menghilang pada usia 6 bulan
|
|
3
|
Mencari
|
Secara
gradual dibawah pengontrolan yang disengaja
|
|
4
|
Menelan
|
Permanen,
meskipun sebagian menjadi tindakan sukarela
|
|
5
|
Mengedip
|
Permanen,
meskipun kemudian melemah secara sukarela
|
|
6
|
Biji mata
|
Permanen
|
|
7
|
Moro
|
Gerakan
lengan dan telapak tangan menghilang pada 6 bulan, tetapi reaksi terkejut
berlangsung seumur hidup
|
|
8
|
Memegang
|
Melemah
pada usia 3 bulan, genggaman sukarela muncul pada 6 bulan dan menghilang
setelah 1 tahun
|
|
9
|
Penguatan leher
|
Menghilang
pada usia 2 tahun 3 bulan
|
|
10
|
Babinski
|
Menghilang
pada usia 8 sampai 12 bulan
|
|
11
|
Melangkah
|
Menghilang
pada usia 2 bulan, tetapi kemudian diaplikasikan
|
|
12
|
Berenang
|
Menghilangkan
setelah 4 hingga 5 bulan
|
3.
Rangkaian Tingkah Laku dan Keadaan Bayi
Perkembangan refleks
dan fungsi motorik pada bayi kemudian memunculkan serangkaian tingkah laku yang lebih kompleks. dengan tingkah laku
tersebut telah memungkinkan bayi sebagai makhluk biologis dapat bertahan hidup.
menurut Lerner & Hultsch (1983), tingkah laku tersebut meliputi: pola tidur
dan pola bangun, tingkah laku toileting dan tingkah laku makan dan minum.
4.
Perkembangan Keterampilan Motorik
Perkembangan
motorik sangat dipengaruhi oleh organ otak. Otak lah yang mensetir setiap
gerakan yang dilakukan bayi.Semakin matangnya perkembangan system syaraf otak
yang mengatur otot m,emungkinkan berkembangnya kompetensi atau kemampuan
motorik bayi. Perkembangan motorik bayi dibagi menjadi dua:
a.
Keterampilan motorik kasar meliputi
kegiatan otot-otot besar seperti menggerakkan lengan dan berjalan.
b.
Keterampilan motorik halus atau
keterampilan manipulasi meliputi gerakan-gerakan menyesuaikan secara lebih
halus, seperti ketangkasan jari.
Kemampuan
motorik merepresentasikan keinginan bayi. Misalnya ketika bayi melihat mainan
dengan beraneka ragam, bayi mempersepsikan dalam otaknnya bahwa dia ingin
memainkannya. Persepsi tersebut memotivasi bayi untuk melakukan sesuatu, yaitu
bergerak untuk mengambilnya. Akibat gerakan tersebut, bayi berhasil mendapatkan
apa yang di tujunya yaitu mengambil mainan yang menarik baginya.
Teori tersebut pun menjelaskan
bahwa ketika bayi dimotivasi untuk melakukan sesuatu, mereka dapat menciptakan
kemampuan motorik yang baru, kemampuan baru tersebut merupakan hasil dari
banyak faktor, yaitu perkembangan system syaraf, kemampuan fisik yang
memungkinkannya untuk bergerak, keinginan bayi yang memotivasinya untuk
bergerak dan juga dapat dipengaruhi oleh lingkungan. Selain berkaitan erat
dengan fisik dan intelektual bayi, kemampuan motorik pun berhubungan dengan
aspek psikologis bayi.
5.
Perkembangan Sensor
Bayi yang baru lahir
telah dilengkapi dengan peralatan yang dirancang sedemikian rupa untuk
mengumpulkan informasi. alat-alat yang berfungsi untuk untuk menangkap
informasi inilah yang disebut dengan indra (sense) atau sistem sensorik.jadi,
semua informasi yang datang kepada bayi adalah melalui indra. tanpa
penglihatan, pendengaran, sentuhan, kecapan, ciuman dan indra lain otak bayi
akan terkucil dari dunia : bayi akan hidup dalam kebisuan, kegelapan, tanpa
rasa, tanpa warna dan kehampaan yang kekal, dengan demikian, indra-indra
berfungsi mendeteksi, menstranduksi dan meneruskan semua informasi yang datang
padanya. setiap indra mempunyai satu unsur deteksi yang disebut sebagai
reseptor (penerima) yaitu satu sel yang khusus yang hanya memberikan respons
terhadap jenis rangsangan yang tertentu saja (Davidoff, 1988). sensasi
(pengindraan) terjadi jika sekumpulan informasi mengadakkan kontak dengan
penerima sensor, seperti mata, telinga, lidah hidung dan kulit.
6.
Perkembangan Otak
Pada waktu bayi masih
berada dalam kandungan ibunya, badannya telah membentuk sekitar 1.5 milyar
sel-sel saraf per menit. jadi pada saat dilahirkan bayi kemungkinan telah
memiliki semua sel-sel otak yang akan dimilikinya sepanjang hidupnya. akan
tetapi, sel-sel otak tersebut belum matang dan jaringan urat saraf masih lemah.
oleh sebab itu, segera setelah lahir hingga usia 2 tahun, sel-sel otak yang
belum matang dan jaringan urat saraf yang masih lemah it uterus tumbuh dengan
cepat dan dramatis mencapai kematangan.
2.2.3
Perkembangan Kognitif pada Masa Bayi
1.
Perkembangan Kognitif Menurut Pandangan
Piaget
Dalam
pandangan Piaget tahap-tahap perkembangan pemikiran dibedakan atas empat tahap,
yaitu tahap pemikiran sensorik-motorik, praoperasional, operasional-konktret,
operasional formal.
Pemikiran bayi termasuk
kedalam pemikiran sensorik motorik, tahap sensorik motorik belangsung ari
kelahiran hingga kira-kira berumur 2 tahun. Selama tahap ini berkembangan
mental di tandai dengan perkembangan pesat dengan kemampuan bayi untuk
mengorganisasikan dan mengkordinasikan sensasi melalui gerakan-gerakan dan
tindakan-tindakan fisik dalam hal ini bayi yang baru lahir bukan saja menerima
secara pasif rangsangan-rangsangan terhadap alat-alat inderanya, melainkan juga
aktif memberikan respons terhadap rangsangan tersebut, yakni melalui
gerak-gerak refleks. Pada akhir tahap ini ketika anak berusia 2 tahun,
pola-pola sensorik motoriknya semakin komplek dan mulai mengadopsi suatu sistem
simbol yang primitive. Misalnya, anak usia 2 tahun dapat membayangkan sebuah
mainan dan memanipulasinya dengan tangannya sebelum mainan tersebut benar-benar
ada.
2.
Perkembangan Kognitif Menurut Pandangan
Kontemporer
Pandangan-pandangan
kontemporer tentang perkembangan kognitif mendapapat sokongan yang penting
dalam para pakar psikologi pemrosesan informasi. kalau piaget meyakini bahwa
perkembangan kognitif bayi baru tercapai pada pertengahan tahun kedua, maka
para pakar psikologi pemrosesan informasi percaya bahwa perkembangan kognitif
seperti kemampuan dalam memberikan perhatian, menciptakan simbolisasi, meniru
dan kemampuan konseptual telah dimiliki bayi lebih awal.
3.
Perkembangan Persepsi
Secara singkat,
perkembangan persepsi yang diyakini oleh para peneliti ialah bahwa bayi-bayi
melihat benda berdiri sendiri, satu, kokoh dan terpisah dari lingkungan
sekitarnya, ada kemungkinan hal ini terjadi pada saat lahir atau segera
sesudahnya, tetapi secara pasti hal ini terjadi pada usia 3 hingga 4 bulan.
Bayi-bayi kecil masih harus belajar banyak tetapi dunia sekitarnya tampak
stabil dan teratur bagi mereka dan oleh karena itu, dunia sekitar mereka dapat
mereka “rumuskan“.
4.
Perkembangan Konsepsi
Penelitian baru-baru
ini tentang perkembangan persepsi dan konsepsi bayi menunjukkan bahwa bayi mempunyai
kemampuan persepsi yang lebih canggih dan dapat memulai berpikir jauh lebih
awal dibandingkan dengan apa yang dibayangkan oleh Piaget.
5.
Perkembangan Memori
Memori (memory) ialah
unsur pusat perkembangan kognitif yang memuat seluruh informasi yang di
dalamnya individu menyimpan informasi yang ia terima sepanjang waktu.
Kadang-kadang informasi hanya disimpan beberapa detik, dan pada kesempatan lain
informasì disimpan seumur hidup. Memori digunakan ketika kita mencari dan
mengingat. Baru-baru ini para peneliti perkembangan anak telah memperlihatkan
bayi usia 3 bulan telah memiliki kemampuan menyimpan memori (Grunwald, dkk,
1993). Menurut Rovve-Collier, bahkan memori bayi yang berusia 2,5 bulan telah
terinci secara luar biasa.
6.
Perkembangan Bahasa
Semua manusia yang
normal dapat menguasai bahasa, sebab sejak lahir manusia telah memiliki
kemampuan dan kesiapan untuk mempelajari bahasa dengan sendirinya.hal ini
terlihat bahwa manusia tidak memerlukan banyak usaha untuk mampu berbicara.
kemampuan dan kesiapan belajar bahasa manusia ini segera mengalami perkembangan
setelah kelahirannya. bahkan menurut Havighurst (1984), kemampuan menguasai
bahasa dalam arti belajar membuat suara-suara yang berarti berhubungan dengan
orang lain melalui penggunaan suara-suara itu.
2.2.4
Perkembangan Psikososial pada Masa Bayi
1.
Perkembangan Emosi
Emosi
yaitu respon yang timbul dari stimulus yang menyebabkan perubahan-perubahan
fisiologis disertai dengan perasaan kuat. Bayi mengekspresikan sebagian emosi
jauh lebih awal dibandingkan dengan beberapa emosi lain, lalu mengekspresikan
dengan rinci dua perilaku ekspresif emosional yang penting. Yaitu menangis dan
tersenyum.
Untuk menentukan apakah
bayi benar-benar mengekspresikan suatu emosi tertentu, kita memerlukan beberapa
system untuk mengukur emosi. Menurut Carroll Izard (1982) mengembangkan suatu
sistem semacam itu, Maximally Discriminative Facial Movement Coding Symtem (
Sistem Koding Gerakan Wajah Diskriminatif Maksimum) disingkat “MAX” ialah
system pengkodean ekspresi wajah bayi yang berkaitan dengan emosi yang
dikembangkan oleh Izard. Dengan menggunakan MAX, pengkode memperhatikan rekaman
gerakan lambat reaksi wajah bayi terhadap rangsangan.
2.
Perkembangan Temperamen
Temperamen
merupakan salah suatu dimensi psikologis yang berhubungan dengan aktivitas
fisik dan emosional serta merespons. Secara sederhana,Goleman merumuskan
temperamen sebagai “The moods that typify our emotional life”. Jelasnya
temperamen adalah perbedaan kualitas dan intensitas respons emosional serta
pengaturan diri yang memunculkan perilaku individual yang terlihat sejak lahir,
yang relative stabil dan menetap dari waktu ke waktu dan pada semua situasi,
yang dipengaruhi oleh interaksi antara pembawaan, kematangan, dan pengalaman.
Sejak
lahir, bayi memperlihatkan berbagai aktivitas individual yang berbeda-beda.
Beberapa bayi sangat aktif menggerakkan tangan, kaki, dan mulutnya tanpa
henti-hentinya, tetapi bayi yang lain terlihat lebih tenang. Sebagian bayi
merespons dengan hangat kepada orang lain, sementara yang lain cerewet, rewel
dan susah diatur. Semua gaya perilaku ini merupakan temperamen seorang bayi.
Kebanyakan peneliti
mengakui adanya perbedaan dalam kecenderungan reaksi utama, seperti kepekaan
terhadap rangsangan visual atau verbal, respons emosional, dan keramahan dari
bayi yang baru lahir. Peneliti Alexander Tomas dan Stella Chess misalnya, memperlihatkan
adanya perbedaan dalam tingkatan aktivitas bayi, keteraturan dari fungsi
jasmani (makan, tidur, dan buang air), pendekatan terhadap stimuli dan situasi
baru. Kemampuan beradaptasi dengan situasi dan orang-orang baru, reaksi
emosional, kepekaan terhadap rangsangan, kualitas suasana hati, dan jangkauan
perhatian.
3.
Perkembangan Attachment
Bayi yang baru lahir
telah memiliki perasaan sosial, yakni kecenderungan alami untuk berinteraksi
dan melakukan penyesuaian sosial terhadap orang lain.
|
Tahap
|
Usia/Bulan
|
Tingkah Laku
|
|
Tahap
1
Indiscriminate
Sociability
|
0-2
|
Bayi tidak membedakan orang-orang dan
merasa senang dengan orang yang dikenal maupun tidak dikenal
|
|
Tahap
2
Attachment is
the makin
|
2-7
|
Bayi mulai
menyukai orang yang dikenal, tersenyum pada yang lebih dikenal.
|
|
Tahap
3
Specific,
clear-cut attachment
|
7-24
|
Bayi telah
mengembangkan keterikatan dengan ibu, dan akan berusaha dekat dengannya dan
akan menangis ketika berpisah dengannya.
|
|
Tahap 4
|
24-seterusnya
|
Bayi merasa
lebih aman dalam berhubungan dengan pengasuhnya, dan tidak merasa sedih
selama berpisah dengan pengasuhnya dalam jangka waktu yang lama
|
4.
Perkembangan Rasa Percaya (Trust)
Menurut Erikson,
keadaan percaya pada umumnya yang terdapat pada bayi yaitu:
1.
Bahwa bayi belajar percaya pada kesamaan
dan kesinambungan dari pengasuh di luarnya
2.
Bahwa bayi belajar percaya diri dan
dapat percaya pada kemampuan organ-organnya sendiri untuk menanggulangi
dorongan-dorongan
3.
Bahwa bayi menganggap dirinya cukup dapat
dipercaya sehingga pengasuh tidak perlu waspada dirugikan.
5.
Perkembangan Otonomi
Pada tahap ini, bayi
tidak hanya dapat berjalan, tetapi mereka dapat memanjat, membuka dan menutup,
menjatuhkan, menolak dan menarik, memegang dan melepaskan. Bayi merasa bangga
dengan prestasi ini dan ingin melakukan segala sesuatu sendiri. Dengan demikian
setelah memperoleh kepercayaan dari pengasuh mereka, mereka mulai menemukan
bahwa perilaku mereka adalah milik mereka sendiri.
BAB
III
PENUTUP
3.1 Kesimpulan
Masa
bayi neonatal menurut kamus yang baku, merupakan permulaan atau periode awal
keberadaan sebagai individu dan bukan sebagai parasit di dalam tubuh ibu.
Menurut
Hurlock, masa bayi berlangsung dua tahun
pertama setelah periode bayi yang baru lahir dua minggu. Meskipun masa bayi
sering dianggap sebagai masa bayi baru lahir, tetapi label masa bayi akan
digunakan untuk membedakannya dengan periode pascanatal yang ditandai dengan
keadaan sangat tidak berdaya. Ciri-ciri pada masa bayi baru lahir/masa neonatal
yaitu masa bayi neonatal merupakan periode yang tersingkat dari semua
perkembangan, masa bayi neonatal merupakan masa terjadinya penyesuaian yang
radikal, masa bayi neonatal merupakan masa terhentinya perkembangan, masa bayi
neonatal merupakan pendahuluan dari perkembangan selanjutnya, masa bayi
neonatal merupakan periode yang berbahaya. Ciri masa bayi yaitu masa bayi
adalah masa dasar yang sesungguhnya, masa bayi adalah masa dimana pertumbuhan
dan perubahan berjalan pesat, masa bayi adalah masa berkurangnya ketergantungan,
masa bayi adalah masa meningkatnya individualitas, masa bayi adalah permulaan
sosialisasi, masa bayi adalah permulaan berkembangnya penggolongan peran seks,
dll.
DAFTAR
PUSTAKA
Hurlock, Elisabeth B. 1980. Psikologi Perkembangan: Suatu Pedekatan Sepanjang Rentang Kehidupan. Jakarta:
Erlangga.
Desmita.
2005. Psikologi Perkembangan.
Bandung: PT Remaja Rosdakarya.
Soetjiningsih,
Christiana Hari. 2012. Seri Perkembangan
Psikologi: Perkembangan Anak Sejak Pembuahan Sampai dengan Kanak-Kanak Akhir.
Jakarta: Prenadamedia Group
