Monday, November 6, 2017

MAKALAH KONFORMITAS DAN KETAATAN



BAB I
PENDAHULUAN
1.      Latar Belakang
. Konformitas adalah sikap patuh tetapi lebih kepada mengalah atau mengikuti tekanan dari kelompok. Selain itu, konformitas juga adalah perilaku seseorang yang sama (seragam) dengan perilaku orang lain atau perilaku kelompoknya. Definisi konformitas mengandung tiga hal, yaitu: patuh, perceived group pressure, dan subjek tidak diminta untuk patuh. Jadi, apabila seseorang menampilkan perilaku tertentu karena setiap orang lain menampilkan perilaku tersebut dikatakan konformitas. Maka dari itu, kami akan membahas tentang materi konformitas dan ketaatan.
2.      Tujuan
1.      Mengetahui pengertian dari konformitas dan ketaatan.
2.      Mengetahui mengapa orang-orang menjadi konform.
3.      Mengetahui respon non conformity.
4.      Mengetahui faktor-faktor yang mempengaruhi konformitas.
5.      Mengetahui perbedaan individu dalam konformitas.
3.      Rumusan Masalah
1.      Apa pengertian dari konformitas dan ketaatan?
2.      Mengapa orang-orang menjadi konform?
3.      Apa saja respon non conformity?
4.      Apa saja faktor-faktor yang mempengaruhi konformitas?
5.      Bagaimana perbedaan individu dalam konformitas?
BAB II
ISI
1.        Konformitas
1.1  Pengertian Konformitas
Konformitas adalah sikap patuh tetapi lebih kepada mengalah atau mengikuti tekanan dari kelompok. Selain itu, konformitas juga adalah perilaku seseorang yang sama (seragam) dengan perilaku orang lain atau perilaku kelompoknya. Definisi konformitas mengandung tiga hal, yaitu: patuh, perceived group pressure, dan subjek tidak diminta untuk patuh. Jadi, apabila seseorang menampilkan perilaku tertentu karena setiap orang lain menampilkan perilaku tersebut dikatakan konformitas.
1.2  Eksperimen Solomon Asch (1951, 1956, 1958)
 
Standar line target                                 1     2   3
-         12 trial
-         N = 50
-         respon conformity 32% atau 3,84 kali dari 12 trial
1.3  Mengapa Orang Menjadi Konform?
Morton Deutch dan Harold Gerald (1955) :
a.       Informational Influence, bahwa kelompok merupakan presentasi fakta atau pengetahuan tentang situasi. Kelompok merupakan sumber informasi yang objektif.
b.      Normative Influence
-         tekanan untuk mengikuti kelompok
-         tekanan sosial berasal dari norma-norma kelompok, seperti loyalitas, solidaritas
-         ingin mencapai seperti anggota kelompok
-         tidak ingin kelihatan berbeda
c.       Self Categorization (Dominic Abrams & Michael Hogg, 1990), usaha untuk memelihara konsep atau identitas diri sebagai anggota kelompok.
1.4  Respon Non Conformity
Terdapat dua respon non conformity, yaitu:
a.       Independence
-         tingkah laku “tidak responsif” terhadap kelompok
-         tingkah laku bebas dari norma-norma kelompok
b.      Anti conformity atau Counterconformity
-         oposisi yang konsisten terhadap norma kelompok
-         dilakukan anti konformis untuk memelihara konsep diri mereka
1.5  Faktor-faktor Yang Mempengaruhi Konformitas
a.       Ukuran Kelompok
-         pengaruh menguat
-         makin banyak anggota yang “rela” patuh pada norma kelompok
b.      Unanimous
-         kelompok sepakat atau kelompok tidak saling berbeda pendapat, misalnya : parpol, MPR/DPR
1.6  Perbedaan Individual Dalam Konformitas
a.       Non – Conformist
-         independent, efektif secara intelektual, egostrength kuat, kepemimpinan dan hubungan sosial baik, tidak rendah diri, rigid, otoriter
b.      Orang yang Konform
-         memiliki need for afiliation yang besar (Mc Ghee & Trevan, 1967)
-         mengandalkan kelompok sebagai sumber informasi mereka (Champbel,1986)
-         self blame, ragu
1.7  Zimbardo & Leippe (1991)
-         Wanita lebih konform daripada pria
-         Pria lebih luas jalur informasinya
-         wanita dan pria konform bila informasi tentang sesuatu kurang lengkap
-         wanita lebih konform pada situasi interaksi tatap muka
-         dalam situasi tekanan kelompok, wanita lebih konform
-         supaya wanita lebih independent maka harus memperluas jalur informasi
2.        Ketaatan
2.1  Pengertian Ketaatan
Ketaatan adalah perilaku yang ditampakan oleh individu meskipun mereka lebih tidak suka menampilkanya dikarenakan adanya tuntutan yang mengharuskan individu tersebut melakukanya. Ketaatan atau kepatuhan adalah suatu bentuk pengaruh sosial dimana seseorang hanya perlu memerintahkan satu orang lain atau lebih untuk melakukan satu atau beberapa tindakan. Ada beberapa hal yang perlu diketahui mengenai kepatuhan, antara lain:
1.      Secara nalar, kepatuhan adalah bentuk paling langsung dari pengaruh sosial.
2.      Kepatuhan lebih jarang terjadi dibandingkan konformitas dan kesepakatan.
3.      Lebih sering terjadi dalam setting khusus dalam institusi tertentu seperti sekolah hingga ke militer.
4.      Penelitian Stanley Milgram mengindikasikan bahwa banyak orang bersedia untuk mematuhi perintah dari sumber otoritas yang relatif tidak berkuasa, bahkan jika perintah tersebut meminta mereka menyakiti orang asing yang tidak bersalah.
5.      Kepatuhan yang merusak sangat memainkan peran dalam kehidupan nyata. Sebagai contoh, kepatuhan tentara Jerman dalam melenyapkan jutaan warga sipil dari ras tertentu saat Perang Dunia Dua.
6.      Sejumlah strategi dapat membantu mengurangi terjadinya kepatuhan yang merusak. Yang termasuk di dalamnya di antaranya adalah mengingatkan individu bahwa mereka turut bertanggung jawab atas segala kerusakan yang ditimbulkan, mengingatkan bahwa kepatuhan melebihi kewajaran tidaklah tepat dan mempertanyakan motif figur otoritas.
2.2  Eksperimen Milgram (1963)
o  Mengumpulkan 40 orang untuk mengetahui pengaruh hukuman terhadap prestasi. Kemudian 20 orang menjadi guru dan 20 orang menjadi murid.
o  Didepan guru, duduk murid dan ditengah-tengah ditaruh bel listrik yang tegangannya dari rendah ke tinggi. Bel itu akan menyetrum murid apabila ia melakukan kesalahan (memberikan shock).
o  Dari guru-guru itu ada guru yang tentu memberikan shock sampai murid menunjukkan kesakitan. Dan kalau perlu menambahkan tegangannya.
o  Dasar eksperiment : manusia membutuhkan struktur yang jelas (perintah dari otoritas yang diakui) untuk bergerak dengan cara patuh pada peraturan yang ada.
2.3  Eksperiment Milgram (1965, 1974) :
o  orang dapat kejam karena pengaruh situasi
o  orang baik pun dapat berbuat jahat
2.4  Eksperiment Zimbardo
Membuat penjara-penjara buatan lalu diiklankan untuk mencari subjek penelitian dari mahasiswa. Penelitian direncanakan diadakan selama 2 minggu dengan imbalan uang. Subjek dijemput dirumahnya menggunakan mobil bersirine dan diborgol. Dalam waktu 3 hari mulai terjadi pemukulan yang dilakukan oleh sipir kepada tahanan.
o  Pemukulan tersebut sudah sangat kejam sehingga ketika baru berjalan seminggu, penelitian tersebut dihentikan. Hal ini terjadi, karena:
o  adanya kekuasaan
o  kekuasaan dijadikan sebagai identitas dirinya


BAB III
PENUTUP
1.      Kesimpulan
. Konformitas adalah sikap patuh tetapi lebih kepada mengalah atau mengikuti tekanan dari kelompok. Selain itu, konformitas juga adalah perilaku seseorang yang sama (seragam) dengan perilaku orang lain atau perilaku kelompoknya. Definisi konformitas mengandung tiga hal, yaitu: patuh, perceived group pressure, dan subjek tidak diminta untuk patuh. Ketaatan adalah perilaku yang ditampakan oleh individu meskipun mereka lebih tidak suka menampilkanya dikarenakan adanya tuntutan yang mengharuskan individu tersebut melakukanya. Ketaatan atau kepatuhan adalah suatu bentuk pengaruh sosial dimana seseorang hanya perlu memerintahkan satu orang lain atau lebih untuk melakukan satu atau beberapa tindakan.
2.      Saran
Seperti yang kita ketahui dari penjelasan konformitas dan ketaatan di atas, kami berharap bahwa masyarakat atau pembaca dapat bersikap dengan baik kepada sesama.




DAFTAR PUSTAKA
Sarwono, Sarlito Wirawan.2005.Psikologi Sosial. Jakarta: Balai Pustaka
Klara Inata Arishanti.2006.Handout Psikologi Sosial. Depok: Universitas Gunadharma
Umi Kulsum, dkk.2014.Pengantar Psikologi Sosial. Jakarta: Prestasi Pusakaraya

No comments:

Post a Comment