Tema : Peristiwa 10 November
DAMPAK
PERISTIWA 10 NOVEMBER BAGI INDONESIA
DISUSUN OLEH :
ANIN SULASTRI
(03)
X IIS 1
SMA NEGERI 1
GOMBONG
Jl. Sempor
Lama No. 64 Telp. (0287) 471170, Kecamatan Gombong, Kabupaten Kebumen
KATA PENGANTAR
Puji syukur saya ucapkan kepada
Allah SWT yang telah melimpahkan rahmat, taufik, serta inayah-Nya dan memberikan saya kesempatan menyelesaikan penelitian
ini. Salawat dan salam
semoga tercurah kepada Nabi Muhammad SAW, yang senantiasa kita nantikan
syafa’atnya di Yaumul Qiyamah nanti.
Saya mengucapkan terima kasih banyak terhadap Ibu Laela Prihati
S.Pd selaku pembimbing yang telah membimbing saya dalam
mengerjakan makalah ini mulai dari tahap pemilihan tema, heuristik, verifikasi,
interpretasi, dan historiografi. Saya juga berterima kasih kepada orang tua
saya yang telah mensuport saya dalam menyelesaikan penelitian tentang dampak
peristiwa 10 Nevember bagi Indonesia ini.
Saya mengucapkan terima kasih kepada
teman-teman
yang telah membantu saya dalam menyelesaikan penelitian ini. Saya berharap penelitian
ini dapat berguna bagi orang yang membacanya. Apabila ada kesalahan dalam
penulisan penelitian ini, saya mohon maaf yang sebesar-besarnya karena saya
selaku manusia biasa tidak luput dari kesalahan, jadi mohon dimaklumi.
Sekiranya
cukup sekian dari saya. Wassalamu’alaikum Wr. Wb.
Penulis,
|
i
|
DAFTAR ISI
Kata Pengantar............................................................................................................................ i
Daftar Isi....................................................................................................................................... ii
Daftar Lampiran.......................................................................................................................... iii
BAB 1 PENDAHULUAN............................................................................................................ 1
A.
Latar Belakang
Penelitian.................................................................................................. 1
B.
Rumusan Masalah.............................................................................................................. 1
C.
Tujuan Penelitian............................................................................................................... 1
D.
Hipotesis............................................................................................................................ 1
BAB 2 DAMPAK PERISTIWA 10 NOVEMBER BAGI INDONESIA................................. 3
A.
Peristiwa 10
November..................................................................................................... 3
1.
Latar Belakang............................................................................................................ 3
2.
Kronologi
Pertempuran............................................................................................... 4
B.
Dampak Peristiwa 10
November Bagi Indonesia............................................................. 5
BAB
3 KESIMPULAN DAN SARAN....................................................................................... 6
A.
Kesimpulan........................................................................................................................ 6
B.
Saran.................................................................................................................................. 6
Daftar
Pustaka.............................................................................................................................. 7
Lampiran....................................................................................................................................... 8
|
ii
|
DAFTAR
LAMPIRAN
Foto.............................................................................................................................................. 8
Acc Pemilihan Tema.................................................................................................................... 10
Acc
Heuristik............................................................................................................................... 11
Acc
Verifikasi.............................................................................................................................. 14
Acc Interpretasi............................................................................................................................ 15
Acc Kerangka
Historiografi......................................................................................................... 16
Revisi........................................................................................................................................... 17
|
iii
|
BAB 1
PENDAHULUAN
A. Latar Belakang Penelitian
Pertempuran yang terjadi pada tanggal 10 November 1945 di
Surabaya yang menelan beribu-ribu orang meninggal dunia membuat saya menjadi
ingin membuat penelitian tentang dampak pertempuran 10 November bagi Indonesia.
Karena menurut saya pertempuran yang terjadi pada tanggal 10 November tersebut
sangat berpengaruh bagi Indonesia sehingga Indonesia mengenang peristiwa
tersebut sebagai Hari Pahlawan yang biasanya diperingati setiap tanggal 10
November. Bahkan sampai sekarang masyarakat Indonesia masih memperingati
kejadian 10 November itu. Maka dari itu saya membuat penelitian ini agar saya
dapat mengetahui dampak apa saja yang timbul beserta latar belakang dari
kejadian tersebut
B. Rumusan Masalah
1. Bagaimana gambaran kejadian pertempuran 10 November
menurut David Welch?
2. Apa dampak peristiwa pertempuran 10 November bagi
Indonesia?
C.
Tujuan Penelitian
1.
Mengetahui latar
belakang terjadinya pertempuran pada 10 November 1945.
2.
Mengetahui
kronologi pertempuran pada 10 November 1945.
3.
Mengetahui dampak
pertempuran 10 November 1945 bagi Indonesia.
D.
Hipotesis
1. David Welch menggambarkan pertempuran tersebut dalam
bukunya, Birth of Indonesia ; “Di
pusat kota pertempuran adalah lebih dahsyat, jalan-jalan diduduki satu per
satu, dari satu pintu ke pintu lainnya. Mayat dari manusia, kuda-kuda,
kucing-kucing, serta anjing-anjing bergelimangandi selokan-selokan. Gelas-gelas
berpecahan, perabot rumah tangga, kawat-kawat telephon bergelantungan di
jalan-jalan dan suara pertempuran menggema di tengah gedung-gedung kantor yang
kosong. Perlawanan Indonesia berlangsung 2 tahap, pertama pengorbanan diri
secara fanatik, dengan orang-orang yang hanya bersenjatakan pisau-pisau belati
menyerang tank-tank Sherman, dan kemudian dengan cara yang lebih terorganisir
dan lebih efektif, mengikuti dengan cermat buku-buku petunjuk militer Jepang.”
2. Dampak peristiwa 10 November dibagi menjadi 2, yaitu :
1.
Dampak Negatif
|
1
|
Pertempuran berdarah di Surabaya yang memakan ribuan
korban jiwa tersebut telah menggerakkan perlawanan rakyat di seluruh Indonesia
untuk mengusir penjajah dan mempertahankan kemerdekaan.
Kurang lebih 160 ribu jiwa gugur saat peristiwa 10
November 1945. Paling banyak korban adalah di jalan raya Pahlawan yang saat ini
dibangun Tugu Pahlawan. Banyaknya pejuang yang gugur dan rakyat sipil menjadi
korban pada hari 10 November 1945, maka Indonesia mengenang tanggal itu sebagai
Hari Pahlawan sampai sekarang.
2. Dampak Positif
Dampak lainnya yaitu dengan pertempuran Surabaya sebagai
pembentukan jiwa nasionalisme bangsa Indonesia untuk menentang kembali dominasi
Sekutu/NICA di Indonesia. Sehingga pertempuran Surabaya merupakan barometer dan
motivasi bagi daerah-daerah lain yang ada di wilayah teritorial Indonesia untuk
melakukan hal yang sama.
|
2
|
BAB 2
DAMPAK
PERISTIWA 10 NOVEMBER BAGI INDONESIA
A.
Peristiwa 10
November
1.
Latar Belakang
Pada tanggal 25 Oktober 1945 Brigade 29 dari Divisi India
kedua di bawah pimpinan Jenderal Mallaby mendarat di Surabaya. Pemerintah
daerah Jawa Timur dan Surabaya melarang mereka masuk kota. Namun, setelah
mereka berjanji hanya akan melaksanakan tugas kemanusiaan, yaitu mengevakuasi
RAPWI (Relief of Allied Prisoners of War
and Internees), pemerintah daerah mengizinkan. Tatkala pasukan masuk kota,
mereka langsung merebut bangunan-bangunan penting yang diduduki oleh pemuda.
Peritiwa ini memicu permusuhan dengan pemuda. Sementara itu, rakyat Surabaya membaca
pamflet yang berisi perintah agar rakyat Surabaya menyerahkan senjata yang
dirampas dari Jepang. Perintah itu ditolak. Pada malam hari tanggal 27 Oktober
1945, pemuda Surabaya melakukan serangan umum terhadap setiap kedudukan pasuka
Sekutu. Serangan ini berhasil memporak-porandakan kekuatan Sekutu bahkan hampir
menghancurkannya.
Pimpinan AFNEI di Jakarta meminta bantuan Presiden
Soekarno agar memerintahkan penghentian serangan. Presiden Soekarno, Wakil
Presiden Mohammad Hatta, dan Menteri Penerangan Amir Syarifudin terbang ke
Surabaya. Kemudian diadakan perundingan antara pihak-pihak daerah, wakil-wakil pemuda
Surabaya, dan AFNEI, sedangkan Soekarno, Hatta, dan Amir Syarifudin sebagai
pengarah.
Pertemuan itu menyepakati dibentuk Kontak Biro, yang
bertugas menyelesaikan insiden. Tatkala tim Kontak Biro mulai bekerja pada
tanggal 30 Oktober 1945, pecah insiden Jembatan Merah. Brigadir Mallaby tewas
dalam insiden ini. Peristiwa ini membuat AFNEI gusar. Pada tanggal 31 Oktober
1945 pimpinan AFNEI, Letnan Jenderal Christison melakukan peringatan keras
bahwa pihak Sekutu tidak segan-segan menggunakan kekuatannya apabila diganggu. Peringatan
Christison kemudian disusul dengan ultimatum Mayor Jenderal E. C. Mansergh,
Panglima AFNEI untuk Jawa Timur. Isinya, agar para pemilik senjata menyerahkan
senjatanya kepada Sekutu sampai tanggal 10 November pukul 06.00. Jika tidak ada
yang mematuhi, Surabaya akan digempur. Gubernur Suryo atas nama rakyat Surabaya
dan Jawa Timur menolak ultimatum itu. (Imran, Amrin.1998.Sejarah
2 Nasional dan Umum.Jakarta : PT Balai Pustaka Persero)
|
3
|
2.
Kronologi
Pertempuran
Pada 10 November 1945 pagi, tentara Inggris mulai melancarkan
serangan berskala besar, yang diawali dengan pengeboman udara ke gedung-gedung
pemerintahan Surabaya, dan kemudian mengarahkan sekitar 30.000 infanteri,
sejumlah pesawat terbang, tank, dan kapal perang. Menjelang senja, Inggris
telah menguasai sepertiga kota. (http://id.wikipedia.org/wiki/10-november-1945.html)
Surat kabar Times di London mengabarkan bahwa kekuatan
Inggris terdiri dari 25 ponders, 37 howitser, HMS Sussex dibantu 4 kapal perang
destroyer, 12 kapal terbang jenis Mosquito, 15.000 personel dari divisi 5 dan
6.000 personel dari brigade 49 The Fighting Cock.
David Welch menggambarkan pertempuran tersebut dalam
bukunya, Birth of Indonesia ; “Di
pusat kota pertempuran adalah lebih dahsyat, jalan-jalan diduduki satu per
satu, dari satu pintu ke pintu lainnya. Mayat dari manusia, kuda-kuda,
kucing-kucing, serta anjing-anjing bergelimangan di selokan-selokan.
Gelas-gelas berpecahan, perabot rumah tangga, kawat-kawat telephon bergelantungan
di jalan-jalan dan suara pertempuran menggema di tengah gedung-gedung kantor
yang kosong. Perlawanan Indonesia berlangsung 2 tahap, pertama pengorbanan diri
secara fanatik, dengan orang-orang yang hanya bersenjatakan pisau-pisau belati
menyerang tank-tank Sherman, dan kemudian dengan cara yang lebih terorganisir
dan lebih efektif, mengikuti dengan cermat buku-buku petunjuk militer Jepang.”
Inggris kemudian memborbardir kota Surabaya dengan meriam
dari laut dan darat. Perlawanan pasukan dan milisi Indonesia kemudian berkobar
di seluruh kota, dengan bantuan yang aktif dari penduduk.
Terlibatnya penduduk dalam pertempuran ini mengakibatkan
ribuan penduduk sipil jatuh menjadi korban dalam serangan tersebut baik meninggal
maupun terluka.
Di luar dugaan pihak Inggris yang menduga bahwa
perlawanan di Surabaya dapat ditaklukkan dalam tempo tiga hari, para tokoh
masyarakat seperti pelopor muda Bung Tomo yang berpengaruh besar di masyarakat terus
menggerakkan semangat perlawanan pemuda-pemuda Surabaya sehingga perlawanan
terus berlanjut di tengah serangan skala besar Inggris.
|
4
|
|
4
|
B.
Dampak Peristiwa 10
November Bagi Indonesia
Dampak peristiwa 10 November
dibagi menjadi 2, yaitu :
1. Dampak Negatif
Indonesia kehilangan setidaknya 6.000 – 16.000 pejuang
yang tewas dan 200.000 rakyat sipil yang mengungsi dari Surabaya. Tetapi
Indonesia juga banyak mengalahkan korban dari pasukan Inggris dan India
kira-kira sejumlah 600 – 2.000 tentara.
Pertempuran berdarah di Surabaya yang memakan ribuan
korban jiwa tersebut telah menggerakkan perlawanan rakyat di seluruh Indonesia
untuk mengusir penjajah dan mempertahankan kemerdekaan.
Kurang lebih 160 ribu jiwa gugur saat peristiwa 10
November 1945. Paling banyak korban adalah di jalan raya Pahlawan yang saat ini
dibangun Tugu Pahlawan. Banyaknya pejuang yang gugur dan rakyat sipil menjadi
korban pada hari 10 November 1945, maka Indonesia mengenang tanggal itu sebagai
Hari Pahlawan sampai sekarang.
2. Dampak Positif
Dampak lainnya yaitu dengan pertempuran Surabaya sebagai
pembentukan jiwa nasionalisme bangsa Indonesia untuk menentang kembali dominasi
Sekutu/NICA di Indonesia. Sehingga pertempuran Surabaya merupakan barometer dan
motivasi bagi daerah-daerah lain yang ada di wilayah teritorial Indonesia untuk
melakukan hal yang sama.
|
5
|
BAB 3
KESIMPULAN DAN SARAN
A.
Kesimpulan
Indonesia kehilangan setidaknya 6.000 – 16.000 pejuang
yang tewas dan 200.000 rakyat sipil yang mengungsi dari Surabaya. Tetapi
Indonesia juga banyak mengalahkan korban dari pasukan Inggris dan India
kira-kira sejumlah 600 – 2.000 tentara.
Pertempuran berdarah di Surabaya yang memakan ribuan
korban jiwa tersebut telah menggerakkan perlawanan rakyat di seluruh Indonesia
untuk mengusir penjajah dan mempertahankan kemerdekaan.
Kurang lebih 160 ribu jiwa gugur saat peristiwa 10
November 1945. Paling banyak korban adalah di jalan raya Pahlawan yang saat ini
dibangun Tugu Pahlawan. Banyaknya pejuang yang gugur dan rakyat sipil menjadi
korban pada hari 10 November 1945, maka Indonesia mengenang tanggal itu sebagai
Hari Pahlawan sampai sekarang.
Dampak lainnya yaitu dengan pertempuran Surabaya sebagai
pembentukan jiwa nasionalisme bangsa Indonesia untuk menentang kembali dominasi
Sekutu/NICA di Indonesia. Sehingga pertempuran Surabaya merupakan barometer dan
motivasi bagi daerah-daerah lain yang ada di wilayah teritorial Indonesia untuk
melakukan hal yang sama.
B.
Saran
Saya menyarankan kepada generasi muda agar dapat
meneruskan perjuangan dari pahlawan-pahlawan yang telah rela mngorbankan
nyawanya demi bangsa ini. Dan saya juga menyarankan agar generasi muda dapat
mengenang jasa-jasa pahlawan dan tidak melupakan begitu saja jasa-jasa pahlawan
kita.
|
6
|
DAFTAR PUSTAKA
Martono dan
Suroso.1995.IPS Sejarah Nasional dan Umum
untuk SLTP.Solo : PT Tiga Serangkai Pustaka Mandiri
Mustopo, M.
Habib dkk.2011.Sejarah 2.Jakarta :
Yudhistira
Mangoendiprojo,
HM Mohammad.1982.Bunga Rampai Perjuangan
dan Pengorbanan.Jakarta : Markas Besar Legiun Veteran RI
Imran,
Amrin.1998.Sejarah 2 Nasional dan Umum.Jakarta
: PT Balai Pustaka Persero
Rahmawaty,
Penny dkk.2008.IPS 3 untuk SMP/MTs (BSE).Jakarta
: Pusat Perbukuan Departemen Pendidikan
|
7
|
|
|
Gambar 1 :
Gambar 3 :
Gambar 4 :