BAB
I
PENDAHULUAN
1. Latar Belakang
.
Konformitas
adalah sikap patuh tetapi lebih kepada mengalah atau mengikuti tekanan dari
kelompok. Selain itu, konformitas juga adalah perilaku seseorang yang sama
(seragam) dengan perilaku orang lain atau perilaku kelompoknya. Definisi
konformitas mengandung tiga hal, yaitu: patuh, perceived group pressure, dan
subjek tidak diminta untuk patuh. Jadi, apabila seseorang menampilkan perilaku
tertentu karena setiap orang lain menampilkan perilaku tersebut dikatakan
konformitas. Maka dari itu, kami akan membahas tentang materi konformitas dan
ketaatan.
2. Tujuan
1. Mengetahui
pengertian dari konformitas dan ketaatan.
2. Mengetahui
mengapa orang-orang menjadi konform.
3. Mengetahui
respon non conformity.
4. Mengetahui
faktor-faktor yang mempengaruhi konformitas.
5. Mengetahui
perbedaan individu dalam konformitas.
3. Rumusan Masalah
1. Apa
pengertian dari konformitas dan ketaatan?
2. Mengapa
orang-orang menjadi konform?
3. Apa
saja respon non conformity?
4. Apa
saja faktor-faktor yang mempengaruhi konformitas?
5. Bagaimana
perbedaan individu dalam konformitas?
BAB
II
ISI
1.
Konformitas
1.1 Pengertian Konformitas
Konformitas adalah sikap
patuh tetapi lebih kepada mengalah atau mengikuti tekanan dari kelompok. Selain
itu, konformitas juga adalah perilaku seseorang yang sama (seragam) dengan
perilaku orang lain atau perilaku kelompoknya. Definisi konformitas mengandung
tiga hal, yaitu: patuh, perceived group pressure, dan subjek tidak diminta
untuk patuh. Jadi, apabila seseorang menampilkan perilaku tertentu karena
setiap orang lain menampilkan perilaku tersebut dikatakan konformitas.
1.2 Eksperimen Solomon Asch (1951,
1956, 1958)
Standar
line target 1
2 3
-
12 trial
-
N = 50
-
respon conformity 32% atau 3,84 kali
dari 12 trial
1.3 Mengapa Orang Menjadi Konform?
Morton Deutch dan
Harold Gerald (1955) :
a. Informational
Influence, bahwa kelompok merupakan presentasi fakta atau pengetahuan tentang
situasi. Kelompok merupakan sumber informasi yang objektif.
b. Normative
Influence
-
tekanan untuk mengikuti kelompok
-
tekanan sosial berasal dari norma-norma
kelompok, seperti loyalitas, solidaritas
-
ingin mencapai seperti anggota kelompok
-
tidak ingin kelihatan berbeda
c. Self
Categorization (Dominic Abrams & Michael Hogg, 1990), usaha untuk
memelihara konsep atau identitas diri sebagai anggota kelompok.
1.4 Respon Non Conformity
Terdapat dua respon non
conformity, yaitu:
a. Independence
-
tingkah laku “tidak responsif” terhadap
kelompok
-
tingkah laku bebas dari norma-norma
kelompok
b. Anti
conformity atau Counterconformity
-
oposisi yang konsisten terhadap norma
kelompok
-
dilakukan anti konformis untuk
memelihara konsep diri mereka
1.5 Faktor-faktor Yang Mempengaruhi
Konformitas
a. Ukuran
Kelompok
-
pengaruh menguat
-
makin banyak anggota yang “rela” patuh
pada norma kelompok
b. Unanimous
-
kelompok sepakat atau kelompok tidak
saling berbeda pendapat, misalnya : parpol, MPR/DPR
1.6 Perbedaan Individual Dalam
Konformitas
a. Non
– Conformist
-
independent, efektif secara intelektual,
egostrength kuat, kepemimpinan dan hubungan sosial baik, tidak rendah diri,
rigid, otoriter
b. Orang
yang Konform
-
memiliki need for afiliation yang besar
(Mc Ghee & Trevan, 1967)
-
mengandalkan kelompok sebagai sumber
informasi mereka (Champbel,1986)
-
self blame, ragu
1.7 Zimbardo & Leippe (1991)
-
Wanita lebih konform daripada pria
-
Pria lebih luas jalur informasinya
-
wanita dan pria konform bila informasi
tentang sesuatu kurang lengkap
-
wanita lebih konform pada situasi
interaksi tatap muka
-
dalam situasi tekanan kelompok, wanita
lebih konform
-
supaya wanita lebih independent maka
harus memperluas jalur informasi
2.
Ketaatan
2.1 Pengertian Ketaatan
Ketaatan adalah perilaku
yang ditampakan oleh individu meskipun mereka lebih tidak suka menampilkanya
dikarenakan adanya tuntutan yang mengharuskan individu tersebut melakukanya.
Ketaatan atau kepatuhan adalah suatu bentuk pengaruh sosial dimana seseorang
hanya perlu memerintahkan satu orang lain atau lebih untuk melakukan satu atau
beberapa tindakan. Ada beberapa hal yang perlu diketahui mengenai kepatuhan,
antara lain:
1. Secara
nalar, kepatuhan adalah bentuk paling langsung dari pengaruh sosial.
2. Kepatuhan
lebih jarang terjadi dibandingkan konformitas dan kesepakatan.
3. Lebih
sering terjadi dalam setting khusus
dalam institusi tertentu seperti sekolah hingga ke militer.
4. Penelitian
Stanley Milgram mengindikasikan bahwa banyak orang bersedia untuk mematuhi
perintah dari sumber otoritas yang relatif tidak berkuasa, bahkan jika perintah
tersebut meminta mereka menyakiti orang asing yang tidak bersalah.
5. Kepatuhan
yang merusak sangat memainkan peran dalam kehidupan nyata. Sebagai contoh,
kepatuhan tentara Jerman dalam melenyapkan jutaan warga sipil dari ras tertentu
saat Perang Dunia Dua.
6. Sejumlah
strategi dapat membantu mengurangi terjadinya kepatuhan yang merusak. Yang
termasuk di dalamnya di antaranya adalah mengingatkan individu bahwa mereka
turut bertanggung jawab atas segala kerusakan yang ditimbulkan, mengingatkan
bahwa kepatuhan melebihi kewajaran tidaklah tepat dan mempertanyakan motif
figur otoritas.
2.2 Eksperimen Milgram (1963)
o
Mengumpulkan 40 orang untuk mengetahui
pengaruh hukuman terhadap prestasi. Kemudian 20 orang menjadi guru dan 20 orang
menjadi murid.
o
Didepan guru, duduk murid dan
ditengah-tengah ditaruh bel listrik yang tegangannya dari rendah ke tinggi. Bel
itu akan menyetrum murid apabila ia melakukan kesalahan (memberikan shock).
o
Dari guru-guru itu ada guru yang tentu
memberikan shock sampai murid menunjukkan kesakitan. Dan kalau perlu
menambahkan tegangannya.
o
Dasar eksperiment : manusia membutuhkan
struktur yang jelas (perintah dari otoritas yang diakui) untuk bergerak dengan
cara patuh pada peraturan yang ada.
2.3 Eksperiment Milgram (1965, 1974) :
o
orang dapat kejam karena pengaruh
situasi
o
orang baik pun dapat berbuat jahat
2.4 Eksperiment Zimbardo
Membuat penjara-penjara
buatan lalu diiklankan untuk mencari subjek penelitian dari mahasiswa.
Penelitian direncanakan diadakan selama 2 minggu dengan imbalan uang. Subjek
dijemput dirumahnya menggunakan mobil bersirine dan diborgol. Dalam waktu 3
hari mulai terjadi pemukulan yang dilakukan oleh sipir kepada tahanan.
o
Pemukulan tersebut sudah sangat kejam
sehingga ketika baru berjalan seminggu, penelitian tersebut dihentikan. Hal ini
terjadi, karena:
o
adanya kekuasaan
o
kekuasaan dijadikan sebagai identitas
dirinya
BAB
III
PENUTUP
1.
Kesimpulan
.
Konformitas adalah sikap patuh tetapi lebih kepada mengalah atau mengikuti
tekanan dari kelompok. Selain itu, konformitas juga adalah perilaku seseorang
yang sama (seragam) dengan perilaku orang lain atau perilaku kelompoknya. Definisi
konformitas mengandung tiga hal, yaitu: patuh, perceived group pressure, dan
subjek tidak diminta untuk patuh. Ketaatan adalah perilaku yang ditampakan oleh
individu meskipun mereka lebih tidak suka menampilkanya dikarenakan adanya
tuntutan yang mengharuskan individu tersebut melakukanya. Ketaatan atau
kepatuhan adalah suatu bentuk pengaruh sosial dimana seseorang hanya perlu
memerintahkan satu orang lain atau lebih untuk melakukan satu atau beberapa
tindakan.
2.
Saran
Seperti yang kita ketahui dari
penjelasan konformitas dan ketaatan di atas, kami berharap bahwa masyarakat
atau pembaca dapat bersikap dengan baik kepada sesama.
DAFTAR
PUSTAKA
Sarwono,
Sarlito Wirawan.2005.Psikologi Sosial.
Jakarta: Balai Pustaka
Klara
Inata Arishanti.2006.Handout Psikologi
Sosial. Depok: Universitas Gunadharma
Umi
Kulsum, dkk.2014.Pengantar Psikologi
Sosial. Jakarta: Prestasi Pusakaraya